THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, Maret 22, 2009

Merdeka ???

Tanpa disadari terkadang hadir keraguan, ketakutan untuk berfikir, bersikap, berbicara, dan berbuat sebagai orang yang merdeka. Sama pengecutnya dengan fenomena "Merokok Itu Haram". Atau fenomena dimana "Seorang Kakek Tua Bangka Kaya Raya menyatroni...eh..., mengawini gadis/cucu dibawah umur" (seeebeell... ;!!_Red.Com).





Baru-baru ini AUDIENCE SYNDROME kerja bareng dengan muda-mudi Jalancagak yang tergabung dalam Kreasi Muda Jalancagak, menyelenggarakan sebuah event bertajuk "Kreasi Musical 2009". Diantara semua band peserta Parade Musik ini, ada 1 band yang menarik perhatian penulis. "Tanda Tanya", sebuah nama yang menjadi inspirasi sekaligus pertanyaan.
Musik yang mereka usung, yang menyuarakan kemerdekaan dengan vulgar, adalah gambar tersendiri dari riuhnya Pesta Politik saat ini yang mengaburkan makna kemerdekaan.

Sudahkah Anda Merdeka ??

Sabtu, Maret 07, 2009

Audience Syndrome

Apa kabar ?????
Selamat datang di ruang tanpa
keluh kesah. Ribuan kata, ribuan makna, ribuan ide, ribuan saran, ribuan caci, mungkin bisa anda dapatkan disini !!
Orientasinya adalah kemauan keras yang berlandaskan
"sadar bertindak, merdeka berfikir". Mari maju bersama..., saling berkawan, menjalin persaudaraan, merapatkan barisan !!!
Kawan....!! kami mungkin mewakili orang-orang yang tidak lagi bisa tahan
berdiam diri ditengah himpitan mereka yang kerap membelenggu kreasi........!!!!!!!!! Bravo !!!!!!!


Prakata

Audience Syndrome.Ent (AdSyn) adalah sebuah event organizer (independent) yang tumbuh dan berkembang dari persamaan hobby, ide, dan kemuakkan yang dimuntahkan bersama di regional kota Subang. Event Organizer Amatir yang juga dibesarkan oleh lingkungan kumuh yang dipadati para birokrat yang bersembunyi dibalik topeng "kepentingan". Inilah sosok sebenarnya dari bopengnya generasi muda Indonesia.
Di kota Subang khususnya, banyak sekali audience syndrome -
audience syndrome yang lain yang berserakan sebagai korban dari ketidakpedulian "PEMERINTAH".

"Mengapa demikian?"